Hal-Hal yang Membuat Pelari Jarak Pendek Didiskualifikasi, Pelari jarak pendek adalah atlet yang berlomba dengan kecepatan penuh dalam jarak yang relatif singkat, seperti 100 meter, 200 meter, atau 400 meter.
Teknik Start yang Salah
Salah satu hal yang bisa membuat pelari jarak pendek didiskualifikasi adalah teknik start yang salah. Start adalah gerakan awal sebelum berlari yang bertujuan untuk mengoptimalkan pola lari cepat. Ada tiga jenis start yang biasa digunakan dalam lari jarak pendek, yaitu start jongkok, start melayang, dan start berdiri.
Teknik start yang salah bisa menyebabkan diskualifikasi jika pelari melanggar aturan-aturan berikut:
- Pelari tidak boleh bergerak sebelum aba-aba siap diberikan. Jika pelari bergerak sebelum aba-aba siap, maka pelari akan mendapatkan peringatan atau kartu kuning.
- Pelari tidak boleh bergerak sebelum aba-aba yaak diberikan. Jika pelari bergerak sebelum aba-aba yaak, maka pelari akan mendapatkan diskualifikasi atau kartu merah. Ini disebut sebagai false start atau start palsu.
- Pelari tidak boleh melewati garis start sebelum aba-aba yaak diberikan. Jika pelari melewati garis start sebelum aba-aba yaak, maka pelari akan mendapatkan diskualifikasi atau kartu merah. Ini disebut sebagai over start atau start berlebihan.
- Pelari tidak boleh menggunakan alat bantu atau benda asing dalam melakukan start. Jika pelari menggunakan alat bantu atau benda asing dalam melakukan start, maka pelari akan mendapatkan diskualifikasi atau kartu merah. Contoh alat bantu atau benda asing yang tidak boleh digunakan adalah sepatu dengan roda, sepatu dengan pegas, atau sepatu dengan bahan yang tidak sesuai dengan standar.
Teknik Lari yang Salah
Perihal lain yang dapat membuat pelari jarak pendek didiskualifikasi merupakan metode lari yang salah. Metode lari merupakan metode berlari yang efisien serta berdaya guna buat menggapai kecekatan maksimum.
Terdapat 2 tahap dalam metode lari, ialah tahap topang serta tahap layang.
Tahap topang merupakan tahap kala kaki memegang tanah serta mendesak badan ke depan. Tahap layang merupakan tahap kala kaki tidak memegang tanah serta badan melayang di hawa. Metode lari yang salah dapat menimbulkan diskualifikasi bila pelari melanggar aturan- aturan selanjutnya:
Pelari tidak bisa tiba ataupun melewati garis batasan jalan. Bila pelari tiba ataupun melewati garis batasan jalan, hingga pelari hendak memperoleh diskualifikasi ataupun kartu merah. Ini diucap selaku lane infringement ataupun pelanggaran jalan.
Pelari tidak bisa membatasi, mendesak, menarik, ataupun memegang pelari lain. Bila pelari membatasi, mendesak, menarik, ataupun memegang pelari lain, hingga pelari hendak memperoleh diskualifikasi ataupun kartu merah. Ini diucap selaku obstruction ataupun penghalangan.
Pelari tidak bisa memakai perlengkapan tolong ataupun barang asing dalam berlari. Bila pelari memakai perlengkapan tolong ataupun barang asing dalam berlari, hingga pelari hendak memperoleh diskualifikasi ataupun kartu merah. Ilustrasi perlengkapan tolong ataupun barang asing yang tidak bisa dipakai merupakan sepatu dengan cakra, sepatu dengan pegas, ataupun sepatu dengan materi yang tidak cocok dengan standar.
Teknik Finish yang Salah
Perihal terakhir yang dapat membuat pelari jarak pendek didiskualifikasi merupakan metode finish yang salah. Finish merupakan aksi akhir saat sebelum melampaui garis akhir yang bermaksud buat menjaga ataupun tingkatkan kecekatan. Terdapat 2 tipe finish yang lazim dipakai dalam lari jarak pendek, ialah finish berdiri serta finish miring.
Finish berdiri merupakan finish yang dicoba dengan menjaga posisi badan yang berdiri serta memasukkan dada ke depan. Finish miring merupakan finish yang dicoba dengan menunduk ke depan serta memasukkan pundak ke depan. Metode finish yang salah dapat menimbulkan diskualifikasi bila pelari melanggar aturan- aturan selanjutnya:
Pelari tidak bisa melampaui garis akhir dengan bagian badan yang tidak legal. Bila pelari melampaui garis akhir dengan bagian badan yang tidak legal, hingga pelari hendak memperoleh diskualifikasi ataupun kartu merah. Bagian badan yang legal buat melampaui garis akhir merupakan dada, pundak, ataupun kepala. Bagian badan yang tidak legal buat melampaui garis akhir merupakan tangan, kaki, ataupun pinggang.
Pelari tidak bisa melampaui garis akhir dengan metode yang tidak legal. Bila pelari melampaui garis akhir dengan metode yang tidak legal, hingga pelari hendak memperoleh diskualifikasi ataupun kartu merah. Metode yang legal buat melampaui garis akhir merupakan berlari. Metode yang tidak legal buat melampaui garis akhir merupakan melompat, merangkak, ataupun berguling.
Kesimpulan
FAQ
Q: Apa saja jenis lari jarak pendek yang dilombakan dalam atletik? A: Jenis lari jarak pendek yang dilombakan dalam atletik adalah lari 100 meter, lari 200 meter, dan lari 400 meter.
Q: Siapa saja atlet Indonesia yang berprestasi dalam lari jarak pendek? A: Beberapa atlet Indonesia yang berprestasi dalam lari jarak pendek adalah Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, Triyaningsih, Serafi Anelies Unani, dan Emilia Nova.
